Seleksi Jalur Asrama Garuda SPMB SMAN 10 Samarinda 2026/2027 Diikuti 756 Pendaftar

Samarinda – SMAN 10 Samarinda melaksanakan proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui Jalur Asrama Garuda yang berlangsung pada 9–19 April 2026. Jalur ini menjadi salah satu program unggulan sekolah dalam menjaring calon peserta didik berpotensi dari berbagai daerah. Pada jalur ini, kuota yang disediakan sebanyak 144 siswa, yang merupakan 40% dari total keseluruhan kuota penerimaan peserta didik baru di SMAN 10 Samarinda.

Antusiasme pendaftar tergolong tinggi. Tercatat sebanyak 756 siswa mendaftar. Setelah melalui proses seleksi administrasi, sebanyak 436 siswa dinyatakan terverifikasi dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya. Sementara itu, 33 siswa dinyatakan dikembalikan karena tidak memenuhi persyaratan administrasi, dan 287 siswa lainnya tidak menyelesaikan seluruh proses pendaftaran hingga tuntas, sebagian besar hanya sampai pada tahap pembuatan akun.

Sebagai bagian dari persiapan seleksi akademik, panitia mengadakan coaching clinic secara daring melalui Zoom pada Rabu, 22 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini memberikan pembekalan kepada peserta terkait tata tertib ujian, mekanisme pelaksanaan tes, serta teknis pengerjaan soal. Selain itu, untuk memastikan kesiapan peserta, panitia juga melaksanakan simulasi tes pada 23–24 April 2026 sebagai sarana latihan sekaligus pengenalan sistem ujian yang akan digunakan.

Tes tulis dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026 yang dibagi ke dalam dua sesi. Seluruh peserta mengikuti rangkaian tes dengan total durasi 160 menit, yang terdiri dari Tes Potensi Akademik (TPA) sebanyak 40 soal dalam waktu 40 menit, serta Scholastic Aptitude Test (SAT) yang meliputi English SAT sebanyak 50 soal dalam 60 menit dan Math SAT sebanyak 40 soal dalam 60 menit. Nilai maksimal untuk TPA adalah 1000, sedangkan nilai maksimal untuk SAT adalah 1600.

Sistem penilaian dirancang untuk mengukur ketepatan sekaligus ketelitian peserta. Pada TPA, setiap jawaban benar memperoleh 25 poin dan jawaban salah dikurangi 6 poin. Pada English SAT, jawaban benar memperoleh 12 poin dan jawaban salah dikurangi 3 poin, sedangkan pada Math SAT, jawaban benar memperoleh 15 poin dan jawaban salah dikurangi 4 poin. Setelah melalui tahapan tes tulis, peserta yang memenuhi kriteria selanjutnya akan mengikuti tahapan akhir berupa tes wawancara. Tahap ini menjadi bagian penting untuk menggali aspek non-akademik, seperti motivasi, kesiapan mengikuti kehidupan asrama, serta karakter dan kemandirian calon peserta didik.

Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, menyampaikan bahwa proses seleksi ini dirancang untuk menjaring peserta didik terbaik secara objektif dan transparan. “Melalui rangkaian seleksi yang terstruktur ini, kami ingin memastikan bahwa siswa yang terpilih benar-benar memiliki kesiapan akademik, karakter, dan kemandirian untuk mengikuti sistem pendidikan berbasis asrama,” ujarnya. Melalui rangkaian proses yang sistematis dan terukur ini, SMAN 10 Samarinda menunjukkan komitmennya dalam menjaring calon peserta didik terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkembang dalam lingkungan pendidikan berbasis asrama yang disiplin dan berkarakter.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *