
SAMARINDA – SMA Negeri 10 Samarinda secara resmi menggelar kegiatan Virtual Open House Sekolah Garuda Transformasi pada Sabtu, 17 Oktober 2026 secara daring melalui platform Zoom Meeting. Acara ini diselenggarakan untuk memperkenalkan ekosistem pendidikan modern, lingkungan belajar, program pengembangan potensi peserta didik, serta sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 10 Samarinda sebagai bagian dari program nasional Sekolah Unggul Garuda Transformasi.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 10.35 WITA ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang mencakup perwakilan siswa dan guru pendamping dari puluhan SMP dan MTs se-Kota Samarinda. Setiap sekolah undangan secara khusus diminta mengirimkan empat delegasi—terdiri atas tiga orang siswa dan satu orang guru pendamping—guna menyimak secara langsung berbagai paparan mengenai Beasiswa Garuda dan program keunggulan sekolah.
Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, S.Ag., M.Pd., menyampaikan sambutan hangat sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang unggul.
“Open house ini bukan hanya memperkenalkan sekolah, tetapi juga sebagai komitmen bagaimana kami membangun lingkungan pendidikan yang mendorong setiap murid untuk berprestasi, berpikir kritis, berwawasan global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Ni Made Adnyani.
Beliau juga menekankan bahwa status sebagai bagian dari program Sekolah Garuda Transformasi mendorong pihak sekolah untuk terus melakukan penguatan kompetensi murid secara menyeluruh.
“Sebagai bagian dari sekolah transformasi, kami terus berupaya memperkuat budaya riset inovasi, membangun kompetensi global, dan memberikan ruang bagi setiap murid untuk mengembangkan setiap potensi dan kepemimpinannya. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki kompetensi yang dapat dikembangkan. Tugas sekolah bukan hanya untuk mencapai prestasi akademik, tetapi juga mendampingi murid untuk menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Pembukaan acara juga disemarakkan oleh sambutan dari perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur serta penayangan video arahan bertajuk “Mendiktisaintek Menyapa” dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Bapak Syawal Arifin, S.S., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas diselenggarakannya kegiatan ini sebagai ajang akuntabilitas dan transparansi publik.
“Open House hari ini bukanlah sekadar acara seremonial untuk membuka sekolah. Ini adalah wujud akuntabilitas dan transparansi kita bahwa Sekolah Garuda adalah program transformasi untuk mencetak sekolah unggulan yang berdaya saing global, berkarakter, kemudian menjadi model bagi seluruh sekolah lain yang tidak masuk dalam program Sekolah Garuda. Saya kira kita sepakat bahwa makna Garuda itu sendiri merupakan sayap yang terbentang luas, artinya wawasan global. Siswa kita harus mampu bersaing tidak hanya di tingkat provinsi, tapi tingkat nasional bahkan internasional,” tegas Syawal Arifin.
Dalam kesempatan tersebut, Syawal Arifin turut menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh peserta dan ekosistem pendidikan yang hadir:
“Untuk Guru, Jadilah mentor pembelajaran berbasis proyek dan riset serta manfaatkan teknologi agar SMAN 10 Samarinda menjadi role model sekolah terbaik. Untuk Murid, tanggung jawab berstatus Sekolah Garuda ini sangat besar. Oleh karena itu, jaga nama baik sekolah, ukir prestasi sebanyak-banyaknya. Buktikan bahwa anak Kaltim bisa terbang tinggi seperti Garuda. Untuk Orang Tua, Pendidikan tidak hanya dibebankan kepada sekolah. Open house ini adalah jembatan, mari kita bangun kemitraan atau kolaborasi yang kuat antara sekolah dan keluarga, sehingga menjadi simbiosis mutualisme yang betul-betul bermanfaat untuk kemajuan Sekolah Garuda ini.”
Memasuki agenda utama, jajaran manajemen SMAN 10 Samarinda secara bergantian memaparkan pilar-pilar utama transformasi sekolah. Kepala Sekolah Ni Made Adnyani membuka sesi presentasi dengan mengenalkan Ekosistem SMAN 10 Samarinda dan Skema Beasiswa Garuda. Selanjutnya, Fahrul Effendi, S.Pd., memaparkan Program Kurikulum dan Ketalentaan, disusul Huntari Prestia Dewi, S.Pd., yang menguraikan pembentukan Karakter, Kedisiplinan, Kegiatan Ekstrakurikuler, dan Mekanisme SPMB. Kemitraan strategis dan program internasional dijelaskan oleh Abd. Rais Thamrin, M.Pd., M.Ed., dalam paparan Kemitraan dan International Program, sementara pembinaan siswa berasrama dipresentasikan oleh Abdul Salman Alfarid, S.Pd., melalui sesi Kegiatan dan Program Unggulan Asrama.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang sesi tanya jawab interaktif yang dipandu oleh moderator Dini Swithawati, S.Pd.. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan khusus dengan mengumumkan 10 penanya terbaik. Kegiatan ditutup secara resmi dengan sesi foto bersama dan penayangan video Closing Ekosistem SMARID, menandai suksesnya penyelenggaraan Virtual Open House SMAN 10 Samarinda dalam menyambut calon murid baru.