Workshop Kearsipan Perkuat Pengelolaan Record Center SMA Negeri 10 Samarinda

SMA Negeri 10 Samarinda menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola administrasi yang tertib dan profesional melalui penyelenggaraan Workshop Kearsipan pada Jum’at, 6 Februari 2026, bertempat di Ruang Danau Semayang, Kampus Education Center. Kegiatan ini menjadi penutup sekaligus penguat akhir dari proyek pengembangan Record Center sekolah yang telah dimulai sejak November 2025.

Keberadaan Record Center tersebut menjadi capaian yang istimewa. Hingga saat ini, SMA Negeri 10 Samarinda tercatat sebagai satu-satunya sekolah jenjang SMA yang telah memiliki Record Center sebagai pusat pengelolaan arsip yang terstruktur, terpusat, dan sesuai dengan kaidah kearsipan. Record Center tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan dokumen, tetapi juga sebagai memori organisasi, bukti hukum, serta dasar pengambilan keputusan sekolah.

Sejak awal pelaksanaan proyek Record Center, SMA Negeri 10 Samarinda memperoleh pendampingan dan bimbingan langsung dari Ibu Dewi Susanti, S.E., M.M., narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. Pendampingan ini memastikan setiap tahapan proyek—mulai dari perencanaan, penataan arsip, hingga penguatan sistem—berjalan sesuai regulasi dan standar kearsipan yang berlaku. Workshop kearsipan kemudian dirancang sebagai tahap akhir untuk menyelaraskan pemahaman seluruh tenaga kependidikan terhadap sistem yang telah dibangun.

Workshop dibuka oleh Kepala Sub Bagian Umum, Bapak Bambang Hadiyanto, S.E., yang menegaskan bahwa pengelolaan arsip melalui Record Center merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan tata kelola sekolah yang akuntabel dan profesional. Arsip yang tertata rapi dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja, memperlancar layanan administrasi, serta meminimalkan risiko kehilangan dokumen penting.

Selain Ibu Dewi Susanti, kegiatan ini juga menghadirkan Bapak Muhammad Fadli, S.Kom, Operator SRIKANDI dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Materi yang disampaikan mencakup siklus pengelolaan arsip secara menyeluruh, mulai dari penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penyusutan arsip. Workshop juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap pengelolaan arsip digital, termasuk pemindaian dokumen, pemanfaatan sistem elektronik, serta penguatan aspek keamanan data.

Melalui workshop ini, SMA Negeri 10 Samarinda secara resmi menandai berakhirnya fase pengembangan proyek Record Center dan memasuki tahap pemanfaatan penuh. Diharapkan, Record Center dapat berfungsi optimal sebagai tulang punggung administrasi sekolah, sekaligus menjadi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan arsip di lingkungan pendidikan menengah.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *