
Samarinda, 12 April 2026 — SMAN 10 Samarinda kembali menunjukkan kontribusi strategisnya dalam mendukung penguatan mutu pendidikan nasional. Sebagai bagian dari program Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT), SMAN 10 Samarinda turut dilibatkan dalam proses seleksi guru untuk Sekolah Unggul Garuda Baru (SUGB). Keterlibatan ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi yang disampaikan oleh Direktorat Saintek Kemdikti terkait permohonan dukungan SUGT dalam pelaksanaan seleksi kompetensi tambahan berupa microteaching bagi guru PPPK dalam jabatan fungsional guru. Kegiatan seleksi dilaksanakan secara nasional melalui platform Zoom dengan melibatkan berbagai sekolah SUGT di Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya kolaborasi dalam ekosistem pendidikan unggul yang saling terintegrasi untuk menghasilkan guru-guru berkualitas.

Pada awalnya, SMAN 10 Samarinda diminta mengirimkan 15 siswa sebagai observer. Namun, setelah Kepala Sekolah mengikuti rapat koordinasi, jumlah tersebut meningkat signifikan menjadi 75 siswa yang dipercaya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Siswa yang terlibat dipilih melalui kriteria khusus, yaitu memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik serta didukung dengan perangkat laptop pribadi untuk menunjang pelaksanaan observasi secara daring. Sebelum pelaksanaan kegiatan, para siswa mendapatkan pembekalan pada Sabtu, 11 April 2026. Pembekalan tersebut mencakup pemahaman instrumen observasi, etika dalam melakukan penilaian, serta indikator pembelajaran efektif. Selanjutnya, pada Minggu, 12 April 2026, siswa menjalankan peran sebagai observer dalam sesi microteaching secara daring. Peran siswa sebagai observer menjadi bagian penting dalam proses seleksi ini, karena mereka memberikan sudut pandang langsung sebagai peserta didik terhadap praktik pembelajaran yang dilakukan oleh para calon guru.


Kepala SMAN 10 Samarinda menyampaikan bahwa kepercayaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas sekolah serta kesiapan siswa dalam berkontribusi pada program nasional.
“Ini adalah bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Siswa tidak hanya belajar sebagai peserta didik, tetapi juga dilibatkan dalam proses penting untuk melihat dan menilai praktik pembelajaran yang ideal,” ujarnya.
Keterlibatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, khususnya dalam memahami standar pembelajaran berkualitas, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memanfaatkan teknologi dalam proses pendidikan. Partisipasi aktif SMAN 10 Samarinda bersama sekolah-sekolah SUGT lainnya menegaskan komitmen dalam mendukung transformasi pendidikan Indonesia melalui kolaborasi nyata dan berkelanjutan.