
Samarinda — SMAN 10 Samarinda terus berinovasi dalam membangun budaya positif di lingkungan sekolah. Salah satu langkah nyata yang kini mulai diterapkan adalah program “SMARIDASA Fit Morning”, sebuah pembiasaan olahraga kebugaran di pagi hari sebagai upaya menanamkan gaya hidup sehat bagi peserta didik. Program ini diikuti oleh siswa asrama Kampus A dan Kampus Edu, sebagai bagian dari pembinaan karakter dalam kehidupan berasrama. Kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu dan Minggu pada pekan IP, mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WITA.

Menariknya, sebelum kegiatan olahraga dimulai, siswa terlebih dahulu mengikuti pembiasaan sarapan sehat bersama, yaitu makan pisang dan minum susu. Konsumsi pisang sebagai sumber energi merupakan inisiatif dari guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), sementara susu disiapkan oleh pihak sekolahsebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi siswa. Kegiatan olahraga kebugaran dalam program SMARIDASA Fit Morning dipandu langsung oleh para fasilitator olahraga, yakni guru-guru PJOK. Dengan pendekatan yang terarah dan menyenangkan, siswa diajak melakukan berbagai aktivitas fisik yang mendukung kebugaran tubuh sekaligus membangun semangat kebersamaan.
Program ini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan disiplin, tanggung jawab, dan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari siswa asrama. Kepala SMAN 10 Samarinda menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pendidikan yang menyeluruh dan berkelanjutan.
“Melalui SMARIDASA Fit Morning, kita tidak hanya membangun kebugaran fisik, tetapi juga menanamkan kebiasaan baik. Dari sarapan sehat hingga olahraga rutin, semua adalah bagian dari pembentukan karakter siswa,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat interaksi positif antara siswa dan guru dalam suasana yang lebih santai namun tetap edukatif. Dengan hadirnya program SMARIDASA Fit Morning, SMAN 10 Samarinda semakin menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam membangun budaya hidup sehat, disiplin, dan berkarakter di kalangan peserta didik.
