Terapkan ‘Depth Learning’, Siswa SMAN 10 Samarinda Dalami Sejarah Lokal di Makam Daeng Mangkona hingga Kampung Tenun

Terapkan ‘Depth Learning’, Siswa SMAN 10 Samarinda Dalami Sejarah Lokal di Makam Daeng Mangkona hingga Kampung Tenun

Samarinda  14 Oktober 2025– SMAN 10 Samarinda terus memperkuat komitmennya dalam pembelajaran berbasis pengalaman melalui kegiatan outdoor study ke situs-situs sejarah dan budaya lokal. Kegiatan ini dirancang untuk menerapkan depth learning guna memperkaya wawasan siswa terhadap kekayaan budaya Samarinda.

Studi lapangan kali ini melibatkan seluruh siswa kelas X, didampingi oleh para guru dan koordinator lapangan. Destinasi yang dikunjungi mencakup Makam Daeng Mangkona, Masjid Shiratal Mustaqim, Kampung Ketupat, Kampung Tenun, hingga Galangan Kapal Mangkupalas, yang semuanya merupakan cagar budaya dan pusat kerajinan bersejarah di Samarinda.

Penanggung jawab mata pelajaran sejarah sekaligus guru pendamping, Ibu Etty Wahyunani, menjelaskan bahwa kegiatan outdoor study ini telah menjadi bagian dari tradisi sekolah, namun kini diintensifkan sebagai elemen integral kurikulum. “Konsep depth learning dalam kurikulum saat ini mendorong siswa untuk belajar langsung dari objek nyata di lapangan. Kami ingin memicu rasa ingin tahu mereka dan memperdalam pemahaman terhadap warisan budaya lokal,” ujar Etty.

Kepala Sekolah SMAN 10 Samarinda, Ibu Ni Made Adnyani, menyampaikan apresiasi atas antusiasme siswa dan tim guru dalam kegiatan ini. “Studi lapangan seperti ini adalah wujud nyata dari visi sekolah untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Dengan mengenal sejarah dan budaya lokal secara langsung, siswa tidak hanya belajar fakta, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap warisan leluhur. Saya berharap kegiatan ini terus menginspirasi siswa untuk menjadi generasi yang peduli dan aktif dalam pelestarian budaya,” tuturnya.

Untuk memastikan pembelajaran yang mendalam, setiap siswa diwajibkan menyusun artikel berdasarkan hasil observasi selama kegiatan. Sebelumnya, mereka telah dibekali pelatihan teknis penulisan artikel. Etty menambahkan, “Artikel terbaik akan kami usahakan untuk diterbitkan, sementara semua karya siswa akan menjadi koleksi perpustakaan sekolah sebagai sumber bacaan dan referensi bagi siswa lain.”

Antusiasme siswa terlihat jelas selama kunjungan. Di Makam Daeng Mangkona, misalnya, mereka mendengarkan penjelasan dari penjaga situs dan aktif bertanya tentang sejarah serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Higuain Messi Falah, siswa kelas X-9, mengaku terkesan dengan pengalaman belajar langsung ini. “Ayah saya pernah bercerita tentang Daeng Mangkona, tapi baru kali ini saya memahami peran tokoh ini secara mendalam. Pengalaman ini sangat memperkaya wawasan saya,” ungkapnya.

Messi juga menekankan pentingnya kegiatan ini dalam membangun kesadaran generasi muda untuk melestarikan budaya. “Suatu saat, ketika saya bukan lagi pelajar, saya ingin meneruskan pengetahuan ini kepada generasi berikutnya. Kita harus menjaga sejarah agar tetap otentik dan tidak berubah,” tutupnya dengan penuh semangat

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *