Menjaga Integritas Akademik: Pelaksanaan ASP dan ATS di SMAN 10 Samarinda

Monitaring dan Evaluasi Pelaksanaan Asesmen Satuan Pendidikan oleh Pengawas Pembina SMAN 10 Samarinda, Ibu Rinda, M.Pd

Pada tanggal 2–11 Maret 2026, sekolah melaksanakan Asesmen Satuan Pendidikan (ASP) bagi seluruh siswa kelas XII. Kegiatan ini diikuti oleh 402 siswa dan dilaksanakan secara luring di sekolah. Sebagai bagian dari upaya menjaga standar pelaksanaan asesmen yang objektif dan akurat, sekolah melakukan pengaturan ruang ujian dengan sistem khusus. Setiap ruang diisi oleh 20 siswa dengan komposisi acak. Siswa dari kelas XII-1 hingga XII-12 disebar ke seluruh ruang, sehingga dalam satu ruang hanya terdapat sekitar satu hingga dua siswa dari kelas yang sama. Sistem ini diterapkan dengan tujuan utama untuk memastikan bahwa pelaksanaan asesmen berlangsung tertib, objektif, dan memiliki integritas yang tinggi. Pengaturan ruang secara acak juga membantu menciptakan suasana ujian yang lebih kondusif serta meminimalkan kemungkinan terjadinya ketidaktertiban selama pelaksanaan asesmen. Karena kebutuhan pengaturan tersebut, jumlah ruang yang digunakan cukup banyak. Selain ruang kelas XII, ruang belajar kelas XI juga digunakan sebagai ruang asesmen agar setiap ruang tetap dapat menampung maksimal 20 siswa sesuai pengaturan yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, hari belajar efektif di sekolah tetap berjalan. Oleh karena itu, sekolah juga perlu melaksanakan Asesmen Tengah Semester (ATS) bagi siswa kelas XI. ATS ini bertujuan untuk memetakan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari selama kurang lebih dua bulan pertama pada semester berjalan. Sementara itu, siswa kelas X yang berada di kampus berbeda juga perlu mengikuti ATS dalam periode yang sama. Jika ATS untuk kelas X dan XI dilaksanakan secara luring seperti ASP kelas XII, maka sekolah akan menghadapi keterbatasan tenaga pengawas. Pelaksanaan ASP kelas XII sendiri membutuhkan 43 guru pengawas yang bertugas memastikan setiap ruang ujian berjalan dengan tertib dan sesuai prosedur.

Pemantauan Pelaksanaan Asesmen Tengah Semester Kelas X dan XI

Dengan mempertimbangkan kebutuhan pengawasan tersebut, serta agar proses asesmen tetap berjalan dengan baik tanpa mengganggu kegiatan belajar lainnya, sekolah memutuskan bahwa ATS untuk kelas X dan XI dilaksanakan secara daring. Keputusan ini tentu tidak diambil secara tiba-tiba. Sekolah mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain ketersediaan ruang, kebutuhan pengawasan ujian, efektivitas pelaksanaan asesmen, serta keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Sebagaimana setiap kebijakan dalam dunia pendidikan, respons yang muncul dari siswa maupun orang tua tentu beragam. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar, karena setiap pihak memiliki sudut pandang dan pengalaman yang berbeda.

Namun yang perlu dipahami bersama adalah bahwa setiap langkah yang diambil sekolah selalu didasarkan pada kepentingan menjaga kualitas proses pendidikan. Baik ASP maupun ATS pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu sekolah, guru, dan siswa untuk memahami perkembangan proses belajar secara lebih objektif. Pelaksanaan asesmen di sekolah ini juga tidak terlepas dari nilai-nilai utama yang menjadi fondasi budaya sekolah, yaitu LIGHT: Leadership – Sekolah membangun kepemimpinan pada setiap siswa: keberanian mengambil tanggung jawab atas proses belajar dan hasil yang diperoleh. Integrity – Integritas menjadi nilai yang sangat penting, terutama dalam integritas akademik. Setiap asesmen dilaksanakan dengan sistem yang memastikan kejujuran dan objektivitas, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan siswa. Growth – Setiap proses belajar dan asesmen dipandang sebagai kesempatan untuk bertumbuh. Hasil asesmen bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk memperbaiki diri. Heart – Sekolah menanamkan nilai kepedulian dan empati. Dalam setiap kebijakan, sekolah berupaya mempertimbangkan kebutuhan seluruh warga sekolah secara bijaksana. Transformation – Pendidikan bertujuan membawa perubahan positif. Melalui proses belajar yang jujur dan terukur, siswa diharapkan berkembang menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan semangat nilai LIGHT tersebut, pelaksanaan asesmen tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan akademik semata, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

Sekolah percaya bahwa asesmen bukan sekadar kegiatan mengerjakan soal, melainkan bagian dari proses belajar itu sendiri. Melalui asesmen, siswa belajar mengukur kemampuan, guru memperoleh umpan balik untuk memperbaiki pembelajaran, dan sekolah dapat menjaga kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Dengan semangat tersebut, sekolah berharap seluruh warga sekolah—baik siswa maupun orang tua—dapat melihat pelaksanaan asesmen ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk membangun proses pendidikan yang jujur, terukur, dan bermakna. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang nilai yang diperoleh, tetapi tentang bagaimana kita terus belajar untuk menjadi lebih baik.

Tim Pemantau Pelaksanaan Asesmen Tengah Semester menggunakan Aplikasi Zoom dan kehadiran dengan aplikasi smaridasa.com

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *