
SAMARINDA – SMAN 10 Samarinda resmi memulai rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Dimulainya kegiatan ini ditandai dengan upacara pembukaan khidmat yang diikuti oleh seluruh siswa baru Angkatan 30 di lapangan sekolah.
Upacara bendera tersebut bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan gerbang awal bagi para siswa baru untuk beradaptasi. Melalui MPLS, mereka mulai dikenalkan pada budaya belajar, aturan tata tertib, hingga nilai-nilai karakter yang selama ini menjadi fondasi utama di SMAN 10 Samarinda. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi siswa untuk saling mengenal, membangun rasa kebersamaan, dan memantapkan mental sebelum memasuki ruang kelas.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, MPLS kali ini dikonsep lebih matang dan berlangsung selama lima hari penuh. Untuk memberikan bekal yang relevan dengan tantangan remaja saat ini, pihak sekolah tidak hanya mengandalkan materi internal, melainkan berkolaborasi aktif dengan beberapa instansi eksternal. SMAN 10 Samarinda secara khusus menggandeng Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur, BNN Kota Samarinda, serta BPBD Provinsi Kalimantan Timur.
Selama lima hari tersebut, para siswa disuguhi berbagai materi penting yang interaktif dari para narasumber ahli. Bersama Diskominfo Provinsi Kaltim, siswa dibekali materi seputar Keadaban dan Keamanan Digital. Di sini, mereka diajak memahami etika bermedia sosial, pentingnya menjaga jejak digital, pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, hingga penguatan literasi digital.
Sementara itu, BNN Kota Samarinda hadir untuk memberikan penyuluhan krusial mengenai pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan rokok elektronik (vape). Para siswa juga diberikan pemahaman mendalam untuk menghindari pergaulan berisiko, sekaligus diajak untuk menerapkan penguatan gaya hidup sehat dalam keseharian mereka.
Tak ketinggalan, BPBD Provinsi Kalimantan Timur ikut ambil bagian dengan memberikan edukasi praktis mengenai Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Sekolah. Materi ini mencakup teknik mitigasi bencana, prosedur evakuasi yang benar, hingga simulasi keselamatan saat menghadapi situasi darurat.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu melahirkan siswa baru yang tidak hanya cerdas di bidang akademik, tetapi juga peka terhadap isu sosial, melek teknologi, dan memiliki daya tahan mental serta fisik yang kuat.
Informasi lengkap mengenai susunan acara, jam pelaksanaan, dan materi harian selama lima hari pelaksanaan dapat diakses melalui lampiran jadwal MPLS SMAN 10 Samarinda berikut.