
SMA Negeri 10 Samarinda sukses menyelenggarakan kegiatan Orientasi Tamu Tegak (OTT) Ambalan H.M. Ardans dan Putri Karang Melenu. Kegiatan wajib kepramukaan yang dikemas dalam bentuk perkemahan luar ruangan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yaitu pada hari Jumat dan Sabtu, tanggal 4–5 September. Penyelenggaraan perkemahan ini ditujukan sebagai sarana pendidikan luar sekolah yang penting bagi peserta didik pramuka penegak guna melatih kemandirian, kedisiplinan, serta memupuk karakter kepemimpinan yang tangguh.

Berdasarkan keputusan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMA Negeri 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, S.Ag., M.Pd., kegiatan Orientasi Tamu Tegak ini merupakan program wajib tahunan yang harus diikuti oleh para siswa dan mendapatkan penilaian umum. Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung oleh landasan hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, serta Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pedoman Ekstrakurikuler Pramuka sebagai ekskul wajib di sekolah. Melalui perkemahan ini, sekolah berkomitmen memberikan wadah pembinaan mental dan kecakapan hidup yang efektif bagi seluruh peserta didik penegak.






Rangkaian kegiatan pada hari pertama diawali dengan persiapan upacara pelantikan Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) serta ramah tamah bersama manajemen sekolah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Upacara Pelantikan Dewan Ambalan. Memasuki siang hari, para peserta melakukan registrasi sebelum mengikuti Upacara Pembukaan OTT secara resmi yang bertempat di lapangan bola. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembekalan materi kepramukaan, yaitu Materi 1 mengenai Pramuka di Sekolah serta Materi 2 mengenai Sejarah Pramuka. Pada malam hari, suasana perkemahan menjadi semakin hangat dan akrab dengan diadakannya persiapan upacara api unggun yang dilanjutkan dengan pentas seni sebagai wadah ekspresi kreativitas siswa, sebelum akhirnya seluruh peserta beristirahat di tenda perkemahan maupun ruang kelas.






Pada hari kedua, kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan ibadah salat subuh, yang kemudian dilanjutkan dengan sarapan pagi serta senam bersama untuk menjaga kebugaran fisik para peserta. Agenda inti pada hari kedua diisi dengan kegiatan Mini Penjelajahan yang dirancang untuk menguji ketangkasan, ketahanan fisik, dan kemampuan kerja sama tim para peserta di alam terbuka. Setelah berpartisipasi dalam sesi penyegaran melalui ice breaking, para siswa kembali mendapatkan pembekalan materi kepramukaan, yakni Materi 3 mengenai Teknik Pramuka. Seluruh rangkaian kegiatan perkemahan selama dua hari ini akhirnya ditutup dengan aksi kepedulian lingkungan berupa operasi semut di lingkungan sekolah serta pelaksanaan Upacara Penutupan OTT secara khidmat.









Melalui pelaksanaan Orientasi Tamu Tegak ini, SMAN 10 Samarinda berharap agar seluruh peserta didik baru tidak hanya memenuhi kewajiban penilaian formal, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur dasadarma pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi pijakan awal yang kokoh bagi lahirnya generasi muda Kalimantan Timur yang berkarakter unggul, mandiri, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat luas.

