
SMAN 10 Samarinda baru saja melaksanakan sebuah kegiatan penuh makna melalui Seminar Refleksi Institusional dengan mengusung tema : “Belajar dari Perjalanan, Menyepakati Arah Bersama” yang berlangsung selama dua hari, mulai Senin (05/01) hingga Selasa (06/01). Kegiatan ini bukan sekadar seminar biasa, melainkan sebuah momentum “pulang ke rumah” bagi para perintis yang telah mengukir nama di kancah nasional.
Menghadirkan Inspirasi dari Sang Pelopor
Istimewanya, seminar kali ini menghadirkan dua sosok luar biasa yang merupakan bagian dari sejarah awal sekolah kita. Beliau adalah Andi Satya Adi Saputra, alumni Angkatan Pertama yang kini mengabdi sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, serta Aditya Nova, alumni Angkatan Ketiga dan juga merupakan Ketua IKASADA (Ikatan Alumni SMAN 10 Samarinda) yang saat ini berkarier sebagai ASN di Badan Pertanahan Nasional.

Kehadiran beliau berdua memberikan bukti nyata bagi seluruh siswa dan civitas akademika bahwa dari gerbang SMAN 10 Samarinda, langkah kaki bisa membawa kita menuju pengabdian besar bagi negara. Kehadiran para alumni ini disambut dengan antusiasme tinggi, menciptakan jembatan emosional antara alumni dan seluruh civitas SMAN 10 Samarinda.
Nostalgia yang Hangat dan Menginspirasi
Selama dua hari pelaksanaan, suasana haru dan bangga menyelimuti ruang pertemuan. Ruangan seakan dipenuhi energi positif saat para narasumber mulai berbagi memori kolektif. Diskusi berlangsung sangat hangat, jauh dari kesan kaku, di mana tawa pecah saat cerita-cerita unik masa sekolah diceritakan kembali.
Para narasumber memaparkan kilas balik sejarah SMAN 10 Samarinda—mulai dari perjuangan di masa lampau saat fasilitas masih terbatas, kisah-kisah ikonik di asrama dan ruang kelas yang membentuk karakter sekolah, hingga nilai-nilai luhur yang tetap relevan hingga saat ini. Nostalgia ini bukan sekadar mengenang, melainkan cara untuk mengingatkan kita semua akan dedikasi dan kerja keras yang telah menjadi fondasi berdirinya sekolah ini.
Mengenang Sejarah, Merajut Masa Depan
Namun, seminar ini tidak hanya bicara soal nostalgia. Fokus utama diskusi juga tertuju pada langkah-langkah strategis untuk mempertahankan kejayaan SMAN 10 Samarinda. Diskusi interaktif yang mengalir antara alumni, guru, dan staf menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap perkembangan pendidikan di sekolah kita.
Beberapa poin utama diskusi meliputi:
- Refleksi Institusional: Memahami akar sejarah untuk memperkuat identitas sekolah sebagai pencetak pemimpin bangsa.
- Langkah Strategis: Diskusi interaktif mengenai inovasi kurikulum, penguatan karakter, dan arah kebijakan sekolah agar tetap unggul dan kompetitif di era digital.
- Sinergi Alumni: Membangun jejaring yang kuat dan berkelanjutan antara alumni dan sekolah sebagai sistem pendukung (support system) bagi adik-adik kelas yang masih menempuh pendidikan.
Menyongsong Esok dengan Optimisme
“Masa lalu adalah pelajaran, dan masa depan adalah perjuangan yang harus kita persiapkan bersama,” ungkap salah satu narasumber dalam sesinya yang sangat menyentuh hati para hadirin. Beliau menekankan bahwa setiap siswa SMAN 10 Samarinda memiliki potensi yang sama untuk menjadi pemimpin di masa depan, asalkan memiliki integritas dan semangat yang tidak pernah padam.
Melalui seminar ini, diharapkan seluruh keluarga besar SMAN 10 Samarinda semakin solid dalam membawa sekolah ini menuju prestasi yang lebih gemilang, dengan tetap menjunjung tinggi nilai sejarah yang telah membangun kita. Kita belajar bahwa kehormatan sebuah institusi tidak hanya terletak pada bangunannya, tetapi pada kuatnya ikatan kekeluargaan dan semangat yang diwariskan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya.
SMAN 10 Samarinda: Empowering Yourself, LIGHT the way !!!
Alhamdulillah. Semoga SMAN 10 Samarinda makin jaya dalam adab dan ilmu.