SMA Negeri 10 Samarinda Gelar Penilaian Tugas Akhir Kelas XII Tahun Ajaran 2025-2026

SMA Negeri 10 Samarinda menyelenggarakan Penilaian Tugas Akhir siswa kelas XII pada Senin hingga Rabu, 12–14 Januari 2026 di Kampus Edu Center. Kegiatan ini menjadi puncak dari proses pembelajaran satu semester terakhir, sekaligus wujud nyata komitmen sekolah dalam menciptakan pendidikan yang utuh, terarah, dan bermakna.

Tugas akhir yang dinilai merupakan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Prestasi Ajang Talenta, dua jalur yang dapat dipilih siswa sesuai bakat dan minat masing-masing. Jalur penelitian/KTI diperuntukkan bagi siswa yang menekuni riset dan penulisan ilmiah, sementara jalur prestasi talenta diberikan bagi siswa yang telah mengukir prestasi di berbagai ajang akademik, seni, atau kompetisi non-akademik dari tingkat kota hingga internasional.

Proses persiapan tugas akhir telah dimulai sejak bulan September 2025, saat sekolah memberikan sosialisasi dan panduan pembuatan Karya Tulis Ilmiah serta mulai mengumpulkan dokumen prestasi siswa. Siswa diberi waktu yang cukup selama beberapa bulan untuk menyusun karya mereka, dengan pendampingan intensif dari guru pembimbing.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki ruang untuk berkembang sesuai potensinya,” ujar Kepala SMA Negeri 10 Samarinda, yang turut hadir dalam kegiatan penilaian. “Baik melalui riset ilmiah maupun prestasi di luar kelas, kami menghargai setiap upaya dan dedikasi mereka.”

Pengumpulan file tugas akhir dilakukan pada akhir November 2025, diikuti dengan pengumpulan versi cetak karya tulis di awal Januari 2026. Proses penilaian sendiri dilaksanakan secara tatap muka, dengan setiap siswa mempresentasikan karya mereka selama 7 menit, dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab 8 menit bersama guru penguji. Presentasi dilakukan di kelas masing-masing dengan suasana yang serius namun mendukung, dengan teman-teman sekelas turut menyaksikan sebagai bentuk apresiasi dan pembelajaran kolektif.

Penilaian dilakukan oleh tim guru yang telah ditunjuk khusus, dengan Ibu Ni Made Adnyani, S.Ag., M.Pd. sebagai penilai perwakilan untuk beberapa siswa unggulan. Setiap guru penilai menangani 7–11 siswa per hari, memastikan proses berjalan efisien namun tetap fokus dan berkualitas.

Kriteria penilaian mencakup kualitas isi (mutu), penyajian presentasi, tata tulis (format dan struktur penulisan), serta kemampuan menjawab pertanyaan dalam sesi diskusi. Sistem penilaian ini berlaku sama bagi siswa dari kedua jalur—baik penelitian maupun prestasi talenta—dengan penekanan pada pertanggungjawaban atas karya dan dedikasi selama proses pembelajaran.

“Ini bukan sekadar ujian akhir, tapi momentum refleksi dan penguatan kompetensi,” tutur Ibu Ni Made Adnyani. “Kami melihat pertumbuhan kritis, integritas akademik, dan keberanian berbicara di depan publik. Itu semua tidak kalah penting dari nilai itu sendiri.”

SMA Negeri 10 Samarinda terus meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berbasis kurikulum, tetapi juga mengakomodasi keberagaman bakat dan minat peserta didik. Pelaksanaan tugas akhir ini diharapkan menjadi fondasi bagi siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan dan karier di masa depan.

“Kami bangga melihat semangat, kreativitas, dan disiplin yang ditunjukkan oleh seluruh siswa,” tambah Kepala Sekolah. “Ini adalah bukti bahwa pendidikan berkualitas bukan hanya soal angka, tapi tentang bagaimana kita membentuk insan yang kritis, mandiri, dan berintegritas.”

Penilaian tugas akhir kelas XII SMA Negeri 10 Samarinda tahun ini ditutup dengan optimisme tinggi, sekaligus menandai awal perjalanan baru para siswa menuju jenjang pendidikan dan kehidupan yang lebih luas. (mts)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *